in Event

Profil Pembicara KNW 2018: Dr. Kartika D. Antono

 

Dr. Kartika D. Antono

  • Managing Director at Multistrada Agro International, PT

Former Experience:

  • President Director at April Management Indonesia, PT (2009-2010)
  • President & CEO at Indorent, Salim Group (1991-2008)

Education:

  • University of Sydney,

    Doctor of Philosophy (PhD)

    Field Of Study International Business

  • Asian Institute of Management

    Master in Management, General Management

  • Universitas Kristen Satya Wacana

    Electronic Engineer, Electronic Engineer

Area of Expertise:

  • Business Strategy
  • Enterpreneurship
  • Business Planning
  • Business Development
  • International Business
  • Etc.

 

Hilangkan Bias Gender di Semua Bidang Pekerjaan

Para perempuan Indonesia saat ini masih memiliki tantangan bias gender dalam meniti kariernya. Bias gender masih ada pada hampir semua bidang pekerjaan. Bias gender harus dihilangkan karena sudah saatnya perempuan Indonesia bisa berperan sama dengan kaum adam. Dalam pandangan Kartika D. Antono, Kartika D. Antono, Direktur Pengelola PT Multistrada Agro International, bias gender harus dihilangkan untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para perempuan.

“Saat ini, masih bisa ditemukan beberapa syarat dalam melamar pekerjaan yang mengharuskan gender tertentu. Diharapkan industri harus membuka peluang bagi wanita sebesar-besarnya,” katanya.

Dia menuturkan, sudah banyak perempuan Indonesia yang mampu menjadi leader yang tangguh. Untuk menjadi leader yang demikian, perempuan dituntut untuk pro-aktif dalam arti harus mempunyai inovasi dan semangat juang dan tidak mudah menyerah. Menjadi leader yang tangguh berarti harus mempunyai jiwa kewirausahaan walau sebagai profesional. “Dalam arti memperjuangkan yang terbaik untuk tempatnya bekerja. Nah ini yang menjadi kunci sebagai leader. Walau bekerja untuk suatu institusi tidak bisa hanya bermental sebagai karyawan,” ungkap dia.

Kartika juga menuturkan, karena kemampuan itu pula, kini banyak kaum perempuan berpendidikan tinggi di Indonesia yang keluar dari perusahaan tempat bekerja lalu merintis bisnis sendiri. Selama itu value yang ingin diciptakan, hal itu tidaklah masalah. “Karena ada orang yang ingin menjadi entrepreneur maupun professional. Yang terpenting apa yang dilakukan memiliki nilai tambah,” jelas Kartika.

Perempuan bisa menjadi apapun dan tak kalah kualitas dengan kaum laki-laki, baik sebagai profesional maupun enterpreneur, kata Kartika, itu karena kemampuan atau sifat multitasking-nya. Ini adalah kelebihan mendasar kaum perempuan, sehingga sudah seharusnya membuat perempuan lebih percaya diri. Sejak kecil, perempuan dididik dan diberi kemampuan untuk melakukan banyak hal. “Jadi, perempuan berkaryalah dan membuat suatu nilai. Secara etos kerja dalam agama pun, bekerja merupakan ibadah. Berkaryalah di bidang apapun itu,” pesan Kartika.

Namun bagaimanapun hebat karyanya, kata dia, perempuan hendaknya tidak melupakan kodratnya. Misalnya, perempuan pekerja tidak mungkin bisa berperan sempurna dalam keluarganya, untuk seimbang 50:50 bisa dikatakan hampir mustahil. Namun toh semuanya ada yang lebih kuasa yang mengaturnya. “Setiap wanita tentu memiliki yang terbaik, entah menjadi ibu rumah tangga atau bekerja. Wanita bekerja memiliki kelebihan yaitu bisa memperluas network yang tentu nanti akan diteruskan oleh generasinya,” jelas dia.

 

Post Comment