in Properti

Harga Tinggi Tak Jadi Halangan Para Pemburu Cuan Di Properti

JAKARTA – Berdasarkan hasil survei Property Affordability Sentiment Index 2015 yang dibuat oleh Rumah.com, orang Indonesia masih berminat melakukan investasi properti tahun ini meskipun harga properti dianggap terlalu tinggi dan pertumbuhan ekonomi di tahun 2015 tidak stabil.

Survei tersebut menyebutkan 73% responden menilai harga properti di Indonesia memang terbilang mahal. Meskipun begitu, masyarakat masih memiliki kepuasan pada sektor properti dan diproyeksikan masih akan berencana membeli properti dalam enam bulan ke depan.

Sebanyak 61% responden menyatakan puas dengan kondisi property di Indonesia, dimana jumlah ini meningkat 9% dari tahun 2013. Survei ini juga mencatat beberapa indikator yang memperkuat keyakinan konsumen dalam mengambil keputusan properti.

Wasudewan, Country Manager Rumahku.com mengatakan, hasil survei Property Affordability Sentiment Index 2015 menunjukkan insight positif masyarakat Indonesia terhadap kondisi properti di Indonesia tahun ini. Infrastruktur yang dibangun pemerintah yang terus mendapat sambutan positif juga ikut memberi pengaruh penting dalam meningkatkan keyakinan konsumen properti dalam mengambil keputusan.

Pertengahan Maret ini, Bank Indonesia juga kembali menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 6,75%, padahal akhir tahun lalu BI Rate masih berada di 7,5%. Penurunan BI Rate akan diikuti aksi perbankan yang menurunkan suku bunga KPR/KPA. Melihat kondisi ini, tentu kita berharap prospek properti di 2016 ini akan kembali bangkit dan menggairahkan industri properti dalam negeri, ujar Wasudewan dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Selasa (29/3/2016).

Beberapa indikator yang memperkuat keyakinan konsumen dalam mengambil keputusan properti antara lain; 58% responden merasa yakin dengan prospek peningkatan harga dalam jangka panjang, 39% menganggap pertumbuhan properti dalam negeri sangat bagus, 27% bunga KPR saat ini terbilang rendah, dan 73% merasa harga property saat ini sangat mahal, 54% menganggap performa ekonomi dalam negeri tidak terlalu bagus, dan 49% menilai harga property terlampau cepat mengalami kenaikan.

Survei Property Affordability Sentiment Index 2015 merupakan survey tahunan yang dilakukan oleh Rumah.com bekerja sama dengan Added Value Saffron Hill dengan total 1.070 responden. Survei ini berlangsung pada November 2015 sampai Desember 2015.

Post Comment