Bob Buford – Halftime: Moving from Success to Significance
in Book, Figure

Bob Buford – Halftime: Moving from Success to Significance

Bob Buford pengarang buku Half Time mengetengahkan sebuah isu untuk mereka yang sudah menjalani kehidupan karirnya “half time”. Untuk kelompok ini tiba-tiba sukses (SUCCESS) tidak menjadi yang paling penting lagi, mereka mulai berpikir sesuatu yang SIGNIFICANT (“meaningful”). Mereka mulai memberikan nilai lebih pada kebermaknaan. Saya teringat hidup saya sendiri saya pikir terjadi evolusi fokus kehidupan selama 30 tahun terakhir. Tahun-tahun pertama fokus saya adalah untuk SURVIVE, saya ingin mandiri secara finansial dan untuk itu saya harus kerja, saya tidak terlalu banyak berpikir tentang visi apa dalam pekerjaan tsb. Setelah “survive” berhasil saya raih muncul kebutuhan baru yaitu SUCCESS, saya ingin jadi pimpinan di perusahaan. Cerita-cerita tentang CEO yang sukses sangat memikat saya. Setelah posisi Direktur saya peroleh evolusi itu terus terjadi, saya berkenalan dengan tulisan-tulisan Bob Bedford tentang Half Time. Saya mengumpulkan buku-bukunya dan browsing artikel tentang itu. Saya mendapatkan kesadaran yang baru bahwa “sukses ” bukan ujung dari perjalanan kehidupan, kebermaknaanlah yang lebih menentukan. Saya mulai mencari yang SIGNIFICANT dan perjalanan rohani dan saya menemukan sebuah artikel tentang percakapan Bob Buford dengan Henri Nouwen (almarhum), Nouwen (http://www.henrinouwen.org) adalah seorang pastor Katolik pengajar di Harvard University yang kalau kita baca bukunya maka bila tidak tahu siapa dia maka kita pikir ia seorang Kristen. Nouwen memberikan komentar pada Bob Bedford, ia mengatakan bahwa ada sesuatu beyond SIGNIFICANT (kebermaknaan) yaitu SURRENDER, ya surrender to GOD. Ini kalimat dari Bob Buford tentang Nouwen

Halftime: Moving from Success to Significance

I’d like to put forward an idea that’s been forming in my mind. It actually originated with Henri Nouwen, he told me that, and he endorsed Halftime, which I appreciated, but he said I think there is a stage beyond significance, and that is surrender (http://www.halftimesa.co.za/pdfs/HT_WillardInterview.pdf)

Ini adalah pencerahan yang terbaru tentang bagaimana sepatutnya saya menjalankan kehidupan. Pola yang terjadi dalam riwayat hidup pribadi saya adalah SURVIVE, SUCCESS & SIGNIFICANT sedangkan berdasar pada anjuran Henry Nouwen maka SURRENDER harus masuk ke dalamnya dan bila saya urut seharusnya jadi SURRENDER, SIGNIFICANT & SUCCESS.

Saya berpendapat Henry Nouwen mengusulkan ide “surrender” yang holistik dan penuh makna, bukan “nrimo” tapi penyerahan total pada pimpinan dan panduan FIRMAN TUHAN dengan melakukan apa yg sudah jelas tertulis dalam Alkitab sesering mungkin. Saya berpikir tentang “active surrender” dan “pro-active obdience” bukan “passive surender” atau “passive obedience”, untuk yang pasif ketaatan baru kelihatan kalau ada tekanan atau serangan. Kenapa tidak melakukan ketaatan dan penyerahan diri yang aktif dan pro-aktif? Salah satu contohnya adalah betapa pentingnya belajar untuk mendapatkan hikmat. Alkitab jelas menunjukkan bahwa hikmat adalah unsur penting hidup yg berhasil dan berulang-ulang Alkitab mengatakan bahwa belajar adalah sebuah cara memperoleh hikmat dengan berbagai ragam kalimat, bahkan mencarinya seperti mencari emas dan perak (Amsal 8). Bagaimana mungkin kita katakan bahwa kita sudah “surrender” tapi tidak bisa “menyerahkan diri secara total” untuk jadi pembelajar sepanjang hayat yang mengejar hikmat terus menerus? Alkitab juga mengatakan bahwa kita patut menabur sambil mencucurkan airmata (Mz 126) untuk bisa menuai dengan sorak sorai. Mereka yang “surrender” menurut hemat saya pasti mati-matian melakukan firman ini, namanya juga surrender tidak ada pilihan lain kecuali melakukan ketika itu diperintahkan, mereka akan berjerih secara pro-aktif dan tidak tunggu diperintah, didorong atau diinspirasi lebih dulu.

Menjadi entrepreneur harus fokus, berani kerja keras, tahan banting karena banyak sekali halangan dan tantangannya sehingga menurut hemat saya mari kita bereskan dengan diri sendiri dulu. Apakah kita sudah beres tentang yg SIGNIFICANT (atau MEANINGFUL) untuk hidup kita, apakah kita siap untuk SURRENDER terhadap apa yg TUHAN akan pimpin bagi masa depan kita dan juga SURRENDER untuk habis2an MASTERING talenta yang TUHAN telah anugerahkan. Soal MAKING MONEY menurut saya bila kita berada di jalan yg benar maka Matius 6:33 akan berlaku untuk kita.

Post Comment